Dampak kafein untuk kesehatan

Rekonstruksi Teks Artikel

Dampak Kafein Untuk Kesehatan


http://artikeltentangkesehatan.com/wp-content/uploads/2013/02/dampak-kafein-untuk-kesehatan.jpg

Mendengar istilah kafein, kita biasanya langsung teringat akan minuman berwarna hitam yang disebut kopi. Ya, sebagaimana namanya, kopi memiliki kandungan utama berupa senyawa kafein. Namun jangan salah, selain terdapat pada kopi, kafein juga terkandung dalam jumlah besar pada teh dan cokelat. Meskipun rasanya nikmat, namun tidak sedikit individu yang pantang terhadap minuman yang berasa pahit ini. Jadi sebenarnya kopi itu berbahaya atau justru bermanfaat bagi tubuh? Berikut akan kita bahas mengenai dampak kafein untuk kesehatan.
Kafein itu sendiri merupakan suatu senyawa berbentuk kristal. Penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein disebut dengan purin xantin. Senyawa ini pada kondisi tubuh yang normal memang memiliki beberapa khasiat antara lain merupakan obat analgetik yang mampu menurunkan rasa sakit dan mengurangi demam. Akan tetapi, pada tubuh yang mempunyai masalah dengan keberadaan hormon metabolisme asam urat, maka kandungan kafein dalam tubuh akan memicu terbentuknya asam urat tinggi. Kadar asam urat tinggi merupakan salah satu penyakit yang dihindari karena dapat menimbulkan rasa sakit kronis, terbentuknya batu ginjal, bahkan jika deposit asam urat terdapat pada ginjal dapat merusak ginjal dan jika timbunan urat ada pada persendian dapat menimbulkan kerusakan sendi dan tulang.
Dampak kafein untuk kesehatan lainnya adalah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan hipertensi. Kafein memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas hormon adenosin yang berfungsi dalam memperlebar pembuluh darah. Akibatnya, dinding pembuluh darah menjadi sempit dan tekanan darah meningkat sehingga terjadilah hipertensi. Selain itu kafein dapat memicu aktivitas hormon stress, yaitu kortikosteroid yang selanjutnya akan berhubungan dengan aktivitas saraf parasimpatik untuk meningkatkan frekuensi jantung di dalam memompa darah, sehingga denyut jantung menjadi lebih cepat. Denyut jantung yang cepat menambah resiko serangan jantung. Namun kafein yang terdapat pada teh dampaknya tidak seberat kopi, karena pada teh terdapat beberapa komponen lain yang menetralisir efek kafein.
Jadi kurang bagusnya dampak kafein untuk kesehatan, mengharuskan kita mengontrol asupan kafein yang masuk tubuh.

http://artikeltentangkesehatan.com/dampak-kafein-untuk-kesehatan.html



Teks
Struktur teks
Ketika kita berbicara kafein, kita teringat bahwa kafein itu identik dengan kopi. Ya, sebagaimana namanya, kopi memang tak jauh beda dengan kafein. Kopi memiliki kandungan utama berupa senyawa kafein. Sebenarnya kadungan kafein tidak hanya terdapat pada kopi melainkan pada teh dan coklat. Meskipun rasanya nikmat, namun tidak sedikit individu yang pantang bahkan tergila-gila terhadap minuman yang berasa pahit ini. Jadi sebenarnya kopi itu berbahaya atau justru bermanfaat bagi tubuh? Berikut akan dijelaskan mengenai kandungan kafein.


Kafein merupakan suatu senyawa berbentuk kristal. Penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein disebut dengan purin xantin. Senyawa ini pada kondisi tubuh yang normal memang memiliki beberapa khasiat antara lain merupakan obat analgetik yang mampu menurunkan rasa sakit dan mengurangi demam. Namun orang memili tubuh bermasalah dengan keberadaan metabolisme pada hormon asam urat, maka kandungan kafein dalam tubuh akan memicu terbentuknya asam urat tinggi. Kadar asam urat tinggi merupakan salah satu penyakit yang dihindari karena dapat menimbulkan rasa sakit kronis, terbentuknya batu ginjal, bahkan jika deposit asam urat terdapat pada ginjal dapat merusak ginjal dan jika timbunan urat ada pada persendian dapat menimbulkan kerusakan sendi dan tulang.
Selain itu mengonsumsi kafein secara banyak dapat menimbulkan penyakit jantung dan hipertensi. Kafein memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas hormon adenosin yang berfungsi dalam memperlebar pembuluh darah. Akibatnya, dinding pembuluh darah menjadi sempit dan tekanan darah meningkat sehingga terjadilah hipertensi. Kafein juga dapat memicu aktivitas hormon stress, yaitu kortikosteroid yang selanjutnya akan berhubungan dengan aktivitas saraf parasimpatik untuk meningkatkan frekuensi jantung di dalam memompa darah, sehingga denyut jantung menjadi lebih cepat. Denyut jantung yang cepat menambah resiko serangan jantung. Kandungan kafein yang berada di dalam teh tidak memiliki resiko besar yang seperti terdapat di dalam kopi karena pada teh terdapat beberapa komponen lain yang menetralisir efek kafein


Jadi, bagus atau tidaknya kafein bergantung pada kondisi tubuh kita. Jika kondisi di dalam tubuh kita normal justru memiliki khasiat untuk menurunkan demam karena di dalam kafein terdapat obat analgetik. Sebaliknya jika kita mengonsumis kafein dengan kondisi tubuh yang sedang bermasalah yang ada hanya akan meningkatkan penyakit di dalam tubuh kita. Kandungan kafein yang berada di dalam teh tidak sebesar pada kandungan kafein yang berada di dalam kopi. 

http://artikeltentangkesehatan.com/dampak-kafein-untuk-kesehatan.html


Pendahuluan












Isi































Penutup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Firasat - Dewi Lestari

Peluk - Dewi Lestari

Analisis Sastra Anak