Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Gerimis Malam

Gerimis Malam senja hilang di telan hitam diwarnai gerimis yang semakin miris mengelamkan suasana malam angin terus menyusup rongga bola dada menggeram pada sakit yang memendam sungai mengalir menganak di pipi

EKSPRESI TULIS SASTRA

Hilang pernah, kau titipkan tulang rusukmu  di dompetku ku selipkan diantara lapis dompet  teristimewa rusukmu bersemayam tenang , nyaman sekotak coklat rindu kita nikmati bersama terpaan hujan kasar kita hadapi berdua

Hakikat bahasa

Hakikat Bahasa Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda – tanda, bunyi – bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda – tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami. 1)   Bahasa sebagai system Maksudnya bahwa terdiri dari unsur – unsur atau komponen – komponen teratur dan menurut pola tertentu. Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya. a.    Saya = sistematis dan memiliki makna        Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna        Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna 2)   Bahasa sebagai lambang Lambang – lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan – satuan bahasa seperti kata / gabungan kata. Contohnya : Bendera merah putih a.    Merah = berani        Putih  = suci

Kesenian dan budaya banyumasan

Gambar
BAB 1 PENDAHULUAN A.     Latar Belakang             Budaya atau kebudayaan berasal dari  bahasa Sanskerta  yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam  bahasa Inggris , kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata  Latin  Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinis. Kebudayaan adalah sesuatu yang ak...

About menara eiffel

MENARA EIFEL  Di bangun dalam rangka pekan pameran dunia dan perayaan revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya di resmikan pada tanggal 31 maret 1889. meskipun protes dan kecaman yang keras dari penduduk paris dan kalangan intelektual selama di bangun, kerangka besi ini menjadi simbol kota paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya. Pemimpin proyek : tuan gustave eifel di bantu oleh, antara lain, para insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguer serta Stephen Sauvestre sebagai arsitek . Rencana proyek di mulai tahun 1884. meskipun semua halangan di atas, akhirnya pembangunan di laksanakan pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian yaitu tahun 1889. telah di rencanakan menara ini akan di robohkan setelah acara pekan pameran 1990

Peluk - Dewi Lestari

Gambar
Peluk ADA  keanehan yang menyembul keluar dan kini menguasai pikiranku, yang membuat aku berjarak dengan diriku sendiri dan memunculkan satu tanya: mengapa kulakukan ini? Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri? Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.

Firasat - Dewi Lestari

“Bagaimana kita bisa tahu sesuatu firasat atau bukan?” “Kamu harus cek ke dalam, dan cek ke luar. Pesan yang sama biasanya datang berulang. Lewat suara hati, atau gejala alam. Dan biarpun pikiran kamu ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kamu seperti sudah tahu.’ “Lalu… kalau saya tidak suka dengan yang dikatakan firasat saya, lantas apa?” “Kamu hanya perlu menerima. Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.” “Perlu saya memperingatkannya? Kalau saya kasih peringatan pada orang yang bersangkutan, kejadiannya bisa batal kan?” “Batal atau tidak, yang memang harus terjadi akan terjadi. Kalau kamu rasa perlu memperingatkan, pasti kamu akan dimampukan. Tapi kalau ternyata tidak perlu, sekuat apapun kamu kepingin, kamu tidak akan bisa.” “Untuk apa seseorang mengetahui sesuatu kalau memang tidak ada yang bisa diubah?” “Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, di...

kutipan prosa "filosofi kopi"

KUTIPAN KUTIPAN PROSA “FILOSOFI KOPI” BY DEE  Berikut ini adalah kutipan-kutipan prosa dalam novel “filosofi kopi…”  1.“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”  2.“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.”  3.“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.”  4.“Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.” 5.“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”  6.“Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.”  7.“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, ...

daftar isi

Dampak kafein untuk kesehatan

Gambar
Rekonstruksi Teks Artikel Dampak Kafein Untuk Kesehatan Mendengar istilah kafein, kita biasanya langsung teringat akan minuman berwarna hitam yang disebut kopi. Ya, sebagaimana namanya, kopi memiliki kandungan utama berupa senyawa kafein. Namun jangan salah, selain terdapat pada kopi, kafein juga terkandung dalam jumlah besar pada teh dan cokelat. Meskipun rasanya nikmat, namun tidak sedikit individu yang pantang terhadap minuman yang berasa pahit ini. Jadi sebenarnya kopi itu berbahaya atau justru bermanfaat bagi tubuh? Berikut akan kita bahas mengenai dampak kafein untuk kesehatan.

TEKS TANTANGAN

Teks Tantangan UU MD3, Perlukah direvisi (lagi) ? Menjelang sehari sebelum pemilihan calon presiden dan wakil presiden Negara Republik Indonesia 9 juli 2014, DPR hasil pemilu tahun 2009 mengesahkan revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau yang lebih trend dikenal dengan  UU MD3 itu disahkan. Hal itu membuat masyarakat bertanya-tanya dan curiga, karena proses pengesahan tersebut terkesan sembunyi-sembunyi dan misterius.             Menurut  sumber yang saya peroleh  lewat media massa, revisi UU MD3 ini merupakan revisi dari UU No 27 tahun 2009. Saat hasil revisi UU MD 3 disahkan  dan muncul di berbagai media massa maupun media cetak  seakan-akan membuat kebanyakan orang merasa “kebakaran jenggot”. Ada beberapa pendapat yang mengatakan dengan adanya revisi UU MD 3 mengancam kebebasan demokrasi negara Indonesia.

Teks rekon dan strukturnya

Struktur teks Rekon Teks Struktur teks Aku dan Solo Dimensi waktu selalu berputar ke depan tetapi kenangan selalu membekas di hati manusia tiap kali imajinasinya menyelusuri masa silam. Dua minggu yang lalu, aku bersama ketiga temanku Ray, Mifta dan Nisa berjalan-jalan mengitari kota Solo. Kami berangkat hari jumat pukul 16.00 WIB, usai pulang kuliah. Kami menaiki angkutan umum warna hijau menuju pasar ungaran. Aku duduk di dekat pos satpam pasar ungaran, mataku memandang kendaraan-kendaraan yang menyapa di depanku. Bus jurusan Solo memang kerap kali lewat dan berhenti. Namun hampir semuanya penuh dan tak ada tempat duduk yang kosong. Kami masih setia menunggu bus yang datang menjemput. Sepuluh menit kemudian

Ekspresi Tulis Sastra

Madu dan Racun Oleh Ulfatun Apriliyanti Gincu merah melapisi bibirnya. Rambutnya yang panjang dan bergelombang di sisir rapi dibiarkan terurai, pipinya merona diwarnai dengan sapuan blush on merah muda. Matanya dipertajam dengan eyeliner. Rok bermotif tribal diatas lutut dan baju dengan kain sifon membungkus tubuhnya. Ia membutuhkan waktu setengah jam untuk memoles tubuhnya sebelum keluar rumah. Ia harus terlihat cantik dan molek. Lampu kelap-kelap selalu menghiasi depan rumahnya ketika malam hari. Setiap malam depan rumahnya selalu disulap menjadi arena seperti pasar malam bahkan lebih dan sangat lebih. Penjual yang berjejeran, pria yang menggerombol bermain ceki, perempuan-perempuan yang memakai rok maupun celana mini dan baju ketat sudah menjadi tontonan biasa bagi Baim.

JINGGA

Jingga Oleh Ulfatun Apriliyanti Malam memuram. Membisu kata-kata yang tidak dapat diungkapkan. Sesekali Jingga menatap foto yang terpajang diatas meja kamarnya. Seperti ada yang merembes tiap kali menatap foto itu. Hatinya serasa disobek-sobek sebilah pisau yang tajam  menjadi serpihan-serpihan yang tak beraturan. Ada rasa rindu yang membelenggu dirinya. Ia seperti terpatri  pada hati dan jiwanya. Seperti samudera yang terombang-ambing oleh ombak. Hatinya gusar tak tenang.  Air matanya menetes perlahan. Kenangannya memenuhi pikirannya malam itu. Kenangannya kini hanya dapat ia teguk. Imajinasinya bermimpi ingin rasanya kembali ke masa itu tetapi tidak mungkin. Kenangan tetaplah kenangan. Dimensi waktu selalu berputar ke depan.