Postingan

Mendoan, Panganan Lezat nan Nikmat untuk Semua Kalangan

Mendoan, Panganan Lezat nan Nikmat untuk Semua Kalangan Jika kalian jalan-jalan ke daerah Banyumas tepatnya di kota Purwokerto tak lengkap rasanya jika belum mencicipi makanan lezat ini. Mendoan berasal dari bahasa Banyumas yaitu “mendo” yang berarti setengah matang. Bahan dasar mendoan ini adalah tempe. Di Banyumas sendiri olahan tempe dapat disulap menjadi pelbagai makanan seperti tempe bacem, tempe orek, tempe tanpa  tepung atau tempe serapahan dan yang paling populer adalah Mendoan. Penikmat mendoan, Achmad Sunardjo (75) menuturkan  “Mendoan ini ada sejak tahun 1960an, dulunya belum ada olahan tempe menjadi Mendoan. Mendoan  berbeda dengan gorengan, bedanya jika mendoan adalah tempe yang digoreng dengan tepung dalam keadaan setengah matang sedangkan gorengan merupakan makanan apa saja yang digoreng dengan menggunakan tepung terigu dan digoreng sampai kering”. Mendoan sangat tepat jika dimakan dalam kondisi masih hangat, perpaduan bumbu yang pas serta gurih ak...

Kesenian dan budaya banyumasan

Gambar
BAB 1 PENDAHULUAN A.     Latar Belakang             Budaya atau kebudayaan berasal dari  bahasa Sanskerta  yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam  bahasa Inggris , kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata  Latin  Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinis. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan...

Teori Linguistik

Teori Linguistik Linguistik berarti ilmu bahasa. Ilmu bahasa adalah ilmu yang objeknya bahasa. Bahasa di sini maksudnya adalah bahasa yang digunakan sehari-hari (atau fenomena lingual). Karena bahasa dijadikan objek keilmuan maka ia mengalami pengkhususan, hanya yang dianggap relevan saja yang diperhatikan (diabstraksi). Jadi yang diteliti dalam linguistik atau ilmu bahasa adalah bahasa sehari-hari yang sudah diabstraksi, dengan demikian anggukan, dehem, dan semacamnya bukan termasuk objek yang diteliti dalam linguistik. Linguistik modern berasal dari Ferdinand de Saussure, yang membedakan  langue ,  langage , dan  parole  (Verhaar, 1999:3).  Langue  adalah salah satu bahasa sebagai suatu sistem, seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris.  Langage  berarti bahasa sebagai sifat khas manusia, sedangkan parole  adalah bahasa sebagaimana dipakai secara konkret (dalam bahasa Indonesia ketiga istilah tadi disebut bahasa saja dan mengacu pad...

Analisis Sastra Anak

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang dan Teori Sastra anak adalah karya sastra yang ditulis oleh anak-anak maupun orang dewasa yang berisi citra dan metafora kehidupan yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak yang dapat dilihat dan dipahami melalui mata anak-anak   dan dapat memberi kesenangan dan pemahaman tentang kehidupan. Di dalam sastra anak juga memiliki genre seperti sastra pada umumnya. Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu untuk memahami sastra anak tersebut ada empat pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis sastra anak.

Gerimis Malam

Gerimis Malam senja hilang di telan hitam diwarnai gerimis yang semakin miris mengelamkan suasana malam angin terus menyusup rongga bola dada menggeram pada sakit yang memendam sungai mengalir menganak di pipi

EKSPRESI TULIS SASTRA

Hilang pernah, kau titipkan tulang rusukmu  di dompetku ku selipkan diantara lapis dompet  teristimewa rusukmu bersemayam tenang , nyaman sekotak coklat rindu kita nikmati bersama terpaan hujan kasar kita hadapi berdua

Hakikat bahasa

Hakikat Bahasa Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda – tanda, bunyi – bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda – tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami. 1)   Bahasa sebagai system Maksudnya bahwa terdiri dari unsur – unsur atau komponen – komponen teratur dan menurut pola tertentu. Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya. a.    Saya = sistematis dan memiliki makna        Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna        Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna 2)   Bahasa sebagai lambang Lambang – lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan – satuan bahasa seperti kata / gabungan kata. Contohnya : Bendera merah putih a.    Merah = berani        Putih  = suci