Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Kesenian dan budaya banyumasan

Gambar
BAB 1 PENDAHULUAN A.     Latar Belakang             Budaya atau kebudayaan berasal dari  bahasa Sanskerta  yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam  bahasa Inggris , kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata  Latin  Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinis. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan...

Teori Linguistik

Teori Linguistik Linguistik berarti ilmu bahasa. Ilmu bahasa adalah ilmu yang objeknya bahasa. Bahasa di sini maksudnya adalah bahasa yang digunakan sehari-hari (atau fenomena lingual). Karena bahasa dijadikan objek keilmuan maka ia mengalami pengkhususan, hanya yang dianggap relevan saja yang diperhatikan (diabstraksi). Jadi yang diteliti dalam linguistik atau ilmu bahasa adalah bahasa sehari-hari yang sudah diabstraksi, dengan demikian anggukan, dehem, dan semacamnya bukan termasuk objek yang diteliti dalam linguistik. Linguistik modern berasal dari Ferdinand de Saussure, yang membedakan  langue ,  langage , dan  parole  (Verhaar, 1999:3).  Langue  adalah salah satu bahasa sebagai suatu sistem, seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris.  Langage  berarti bahasa sebagai sifat khas manusia, sedangkan parole  adalah bahasa sebagaimana dipakai secara konkret (dalam bahasa Indonesia ketiga istilah tadi disebut bahasa saja dan mengacu pad...

Analisis Sastra Anak

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang dan Teori Sastra anak adalah karya sastra yang ditulis oleh anak-anak maupun orang dewasa yang berisi citra dan metafora kehidupan yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak yang dapat dilihat dan dipahami melalui mata anak-anak   dan dapat memberi kesenangan dan pemahaman tentang kehidupan. Di dalam sastra anak juga memiliki genre seperti sastra pada umumnya. Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu untuk memahami sastra anak tersebut ada empat pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis sastra anak.